Film yang diadaptasi langsung dari komik strip dan kartun berjudul sama karya Schulz.
Film yang berkisah tentang kehidupan Charlie Brown yang tidak lepas dari kemalangan nya dan selalu dianggap ‘cupu’ oleh teman-teman nya. Satu waktu Snoopy anjing setia dari Charlie Brown berusaha menolong majikan nya dalam rangka mendekati tetangga sekaligus teman sekelas baru Charlie Brown “ The Red Hair Girl. Charlie Brown berusaha mati-matian agar tampak keren di depan anak perempuan tersebut dengan saran dan pengawasan Snoopy yang awalnya tampak lancar namun di akhirnya tampak berantakan. Di saat bersamaan Snoopy berusaha menuliskan novel terbarunya dimana dia harus mengalahkan Red Baron untuk menyelamatkan kekasih khayalan nya. Mampukah Charlie Brown dapat memikat hati The Red Hair Girl tersebut?
Tetap diisi dengan anggota The Peanuts gang seperti Linus, Schroeder, Sally, Pig Pen, Peppermint Patty dan Woodstock tentunya membangkitkan kenangan masa kecil penonton seusia saya(haha) dan sudah pasti membuat kita tertawa
Film paling ditunggu-tunggu tahun ini datang juga.
Ya, Installment ke-7 dari saga Star Wars yang diberi judul Star Wars : The Force Awakens (TFA) sudah ada di bioskop Bumi.
Mengapa sangat kita tunggu-tunggu, khususnya saya.
Yang pertama Film ini akan menjawab kelanjutan dari tokoh-tokoh ikonik dari Episode sebelumnya, sebut saja Han Solo (Harrison Ford) ,Chewbacca (Peter Mahyew), Luke Skywalker (Mark Hamill), Princess Leia (Carrie Fisher), C3PO (Anthony Daniels). Belum lagi rekor mencengangkan sebagai trailer film paling banyak ditonton di Youtube sampai Penjualan Pre-Sale yang lagi-lagi memecahkan rekor. Dan sampai Saya mengetik review ini film ini sudah balik modal dan memiliki profit sebesar 50 juta Dollar US lebih.
Tidak sampai disitu, Kita sebagai penduduk Indonesia sudah tentu menunggu sepak terjang trio The Raid yang ikut serta di Film ini (Iko Uwais, Yayan Ruhian, Cecep).
Satu pertanyaan besar bagi generasi baru penonton yang baru mengenal Star Wars, apakah saya harus menonton semua 6 film terdahulu? Jawaban saya adalah Iya tapi tidak harus. JJ Abrams sebagai sutradara menurut saya berhasil melakukan pekerjaan nya yang sangat berat tersebut dengan sukses. Sukses sekali.
Beralih ke cerita. TFA menggunakan setting waktu 30 tahun setelah Episode VII : The Return Of Jedi. Dimana Empire sudah sudah runtuh dan digantikan dengan The First Oorder yang berhasil bangkit dari reruntuhan yang ditinggalkan Darth Vader. Dibuka dengan Setting Poe (Oscar Isaac) yang merupakan pilot andalan The Resistance (dahulu disebut The Rebels) sedang menjalankan misi yang teramat penting bersama droid kesayangan nya BB-8 dalam mencari dan menemukan Luke Skywalker untuk mengembalikan keseimbangan Force di seluruh Galaksi. Namun tidak disangka Kemunculan pemimpin baru Kylo Ren (Adam Driver) dan general Hux (Domhnal Gleeson) dengan bimbingan Supreme Leader Snoke (Andy Serkis) berusaha mendahului rencana The Resistance yang sekarang dalam pimpinan General Leia (Ya General not Princess anymore).
Kemunculan tokoh baru seperti Rey (Daisy Ridley) , Finn (John Boyega) dan Poe Dameron (Oscar Isaac) mengingatkan kita akan trio dari The New Hope dengan karakteristik yang lagi-lagi sangat mirip tentu saja JJ Abrams tahu betul dia tidak boleh latah dalam mengembangkan trilogy baru nya tersebut. Tampaknya berhasil dilakukan.
Music Scoring? Sangat membawa kita bernostalgia balik ke masa kecil kita dari awal film sampai akhir film membuat saya merinding. Ditambah lagi efek suara pada saat Hyperspace Jump serta tampilan pada layar yang membuat saya loncat kegirangan seperti anak kecil dan Force yang sekarang ikut kerasa sampai ke dalam otak saya seakan-akan memanggil kita menjadi The Dark Side.
Pengenalan karakter yang sangat baik dan sesuai porsi baik yang baik maupun yang jahat, jembatan film terdahulu sampai sekarang tersambung apik, sampai efek kejutan yang menurut saya sangat sangat sangat membuat saya terus memikirkan nya sampai keluar bioskop.
Kekurangan film ini adalah terlalu banyak flash back ke film selanjutnya (saya maklum), kemunculan Supreme Leader yang menurut saya terlalu premature, twist sudah dieksekusi di tengah film, walaupun masih ada twist lain nya di akhir film serta masih banyak pertanyaan yang dapat dijawab dalam satu film. Give me sequel right now! J
Star Wars : The Force Awakens akan diikuti oleh Film Rogue one (2016), Episode VIII (2017), Han Solo Anthology (2018), Episode IX (2019). Setatun sekali ada film Star Wars.
Banyak sekali Aktor terkenal yang bahkan tanpa kita sadari meskipun mereka terkenal dan
mempunyai akting kelas wahid. Mereka belum memenangkan 1 Oscar pun.
Di bawah ini merupakan daftar aktor top yang belum memenangi Oscar
1. Leonardo DiCaprio
1994: Nominated for Best Supporting Actor, What’s Eating Gilbert Grape
2005: Nominated for Best Actor, The Aviator
2007: Nominated for Best Actor,Blood Diamond
2014: Nominated for Best Actor, The Wolf of Wall Street
2014: Nominated for Best Picture (as producer), The Wolf of Wall Street
2. Michael Keaton
2015: Nominated for Best Actor,Birdman
3. Robert Downey Jr.
1993: Nominated for Best Actor,Chaplin
2009: Nominated for Best Supporting Actor, Tropic Thunder
4. Tom Cruise
1990: Nominated for Best Actor,Born on the Fourth of July
1997: Nominated for Best Actor,Jerry Maguire
2000: Nominated for Best Supporting Actor, SPACE,
5. Harrison Ford
1986: Nominated for Best Actor,Witness
6. Joaquin Phoenix
2001: Nominated for Best Supporting Actor, Gladiator
2006: Nominated for Best Actor,Walk the Line
2013: Nominated for Best Actor, The Master
7. Johnny Depp
2004: Nominated for Best Actor,Pirates of the Caribbean: The Curse of the Black Pearl
2005: Nominated for Best Actor,Finding Neverland
2008: Nominated for Best Actor,Sweeney Todd: The Demon Barber of Fleet Street
8. Edward Norton
1997: Nominated for Best Actor,Primal Fear
1999: Nominated for Best Actor,American History X
2015: Nominated for Best Supporting Actor, Birdman
9. Ed Harris
1996: Nominated for Best Supporting Actor, Apollo 13
1999: Nominated for Best Supporting Actor, The Truman Show
2001: Nominated for Best Actor,Pollock
2003: Nominated for Best Supporting Actor, The Hours
10. Bill Murray
2004: Nominated for Best Actor, Lost in Translation
11. John Travolta
1978: Nominated for Best Actor,Saturday Night Fever
1995: Nominated for Best Actor, Pulp Fiction
12. Gary Oldman
2012: Nominated for Best Actor,Tinker Tailor Soldier Spy
13. Liam Neeson
1994: Nominated for Best Actor,Schindler’s List
14. Ralph Fiennes
1994: Nominated for Best Supporting Actor, Schindler’s List
1997: Nominated for Best Actor, The English Patient
15. John Malkovich
1985: Nominated for Best Supporting Actor, Places in the Heart
1994: Nominated for Best Supporting Actor, In the Line of Fire
16. Samuel L. Jackson
1995: Nominated for Best Supporting Actor, Pulp Fiction
Maraknya Film yang diangkat dari komik dan Anime makin menjamur di dunia perfilman Jepang. Momentum ini digunakan betul bagi Assassination Classroom sebuah komik “nyeleneh” untuk naik kelas menjadi Film Live Action.
Film ini disguhi banyak adegan action yang absurd dan di luar akal sehat serta dapat mengocok perut penonton. Di luar unsur komedi yang ditonjolkan terdapat juga unsur drama persahabatan, percintaan serta rasa sayang murid ke guru dan sebaliknya. Namun plot yang kurang begitu dalam untuk dieksplore mengakibatkan penonton yang tidak membaca komik nya dapat kekurangan informasi atau bahkan tidak dapat mengikuti alur cerita selama film berlangsung.
Selain Godfather yang merupakan panduan wajib penggemar film bergenre Mafioso ada 1 judul lagi yang merupakan film yang wajib ditonton, Film tersebut adalah Goodfellas.
Dibintangi oleh Robert De Niro, Ray Liotta, Joe Pesci, Lorraine Bracco, Paul Sorvino, Frank Sivero, dan masih banyak yang lain nya. Kesemua bintang tersebut diarahkan oleh tangan dingin Martin Scorsese.
Berkisah perjalanan seorang anak kecil Henry Hill (Ray Liotta) yang bercita-cita untuk hidup mewah dengan menjadi gangster atau mafia tepat nya sampai ia bertemu dengan ahli pencurian James Conway (Robert De Niro) dan Tommy DeVito (Joe Pesci) seseorang yang narsis, mudah tersinggung, berbuat seenaknya dan sedikit berpikir. Mereka bertiga pun menjadi Goodfellas yang mampu menancapkan eksistensi mereka di dunia mafia dengan merampok dan melakukan pekerjaan kotor mereka yang lain. Keadaan mulai runyam ketika Tommy tidak senang dengan salah seorang penggede mafia Billy Batts (Frank Vincent) dan membuat mereka bertiga menjadi sasaran empuk bagi mafia lain nya. Kesetiaan mereka pun diuji dalam perampokan besar Lufthansa dimana James Conway menghabisi satu persatu actor perampokan tersebut.
Sebuah film mafia erat kaitan nya dengan nilai keluarga, persaudaraan, kekerasan, sex, drugs, senjata, dan pengkhianatan. Goodfellas mempunyai semua unsur di atas apalagi dipaketkan dengan acting luar biasa dari Joe Pesci yang diganjar menjadi pendukung pria terbaik di Academy Awards, Robert de Niro juga sempat memenangkan penghargaan sebagai pemeran pria terbaik di beberapa penghargaan film. Film pun semakin terasa niat dalam pembuatan nya dimana kita dalam menonton film disuguhi dialog cerdas dan music pengiring yang sangat melekat di setiap adegan nya. GoodFellas sangat kami rekomendasikan untuk anda penikmat film.
Film Korea semakin beragam dari segi adaptasi cerita, baru-baru ini saya tertarik untuk menonton film yang menurut saya film korea yang merupakan hasil adaptasi dari dongeng anak-anak “ The Piper” dimana dalam dongeng tersebut ada seorang peniup seruling yang berhasil menarik dan mengajak tikus mengikuti dia hanya dengan alunan seruling nya. Nah di film ini Sonnim mengambil pendekatan ‘gelap’ dalam ceritanya seperti mengikuti formula Hollywood dimana adaptasi dongen dengan sedikit gelap dan serius sebut saja Maleficent dan Cinderella.
Berkisah tentang ayah (Ryoo Seung-Ryong) dan anak (Goo Seung-Hyun) yang hidup semasa setelah berakhirnya perang Korea. Sang Ayah yang merupakan musisi seruling ingin mengantarkan anaknya yang sedang sakit keras pergi Seoul untuk berobat disana. Sampai akhirnya mereka melintasi sebuah desa terpencil di dalam hutan yang sedang ditimpa wabah tikus yang sudah mulai mengganggu ketenangan desa tersebut sampai tikus bisa memakan telinga anak kecil. Tergerak hatinya untuk menolong desa tersebut, sang ayah menawarkan bantuan nya dan berhasil mengusir tikus dari desa. Tapi bukan untung malah buntung yang diterima, kepala desa melanggar janjinya untuk menolong ayah dan anak tersebut bahkan menuduh sang ayah berbuat curang dan merupakan seorang mata-mata perang dan akhirnya sang anak pun meninggal. Sang ayah pun menuntut balas akan semua perbuatan kepala desa dan warga desa yang sudah berbuat kejam pada dirinya dan anaknya.
Sebenarnya dari segi cerita cukup menarik diangkat menjadi sebuah film adaptasi, namun sangat disayangkan pendalaman dan pengenalan karakter hanya focus kepada sang ayah dan anak, seisi desa hanya diceritakan samar-samar dan sangat rancu dalam menampilkan flash back dan terkesan tidak smooth dalam perpindahan plot. Performance dari Ryoo Seung-Ryon sudah cukup prima namun lagi-lagi tidak didukung oleh jajaran cast yang lain.
Masih ingat Film Laskar Pelangi adaptasi novel Andrea
Hirata? Film yang mengisahkan perjuangan anak-anak belitong dalam sekolah serta
guru yang tahan banting dalam mengajar mereka. Nah kali ini ada Film Hongkong
yang bahkanVariety mengakui premisnya
mirip dengan film Laskar Pelangi (jelas tertera di poster film) walaupun film
ini mengangkat dari kisah nyata di sebuah sekolah kanak-kanak di Hongkong.Dan film ini menempati peringkat pertama di
Box Office Hongkong di tahun 2015.
Alkisah SangGuru
(Miriam Chin Wah Yeung) yang sudah lama sekali menjalani pengabdian nya menjadi
swasta top di Hongkongselama berpuluh
tahun memutuskan mengundurkan diri dari guru sekolah swasta tersebut
dikarenakan sudah tidak sejalan dengan visi sekolah tersebut yang memaksakan
anak kecil sesuai keinginan keluarga yang super kaya. SangGuru dan suami (Louis Koo) seorang arsitek di
museum memutuskan untuk berkeliling dunia dan berusaha mengobati penyakit tumor
yang diidapnya. Namun di suatu hari sang guru menonton berita dimana sebuah
sekolah kanak-kanak yang hanya berisi 5 siswi terancam ditutup dan tidak ada
guru yang mengajar di sekolah tersebut dengan imbalan yang nilai nya sangat
kecil. Lalu tekad sang guru segera diwujudkan untuk mepertahankan sekolah
tersebut. Bersama cerita dari kelima siswi nya: Lo Ka-Ka (Fu Shun-ying) yang
memiliki orang tua cacat dan sering rebut dengan istrinya, Mei-Chu (Keira Wang)
yang hidup sebatang kara dengan bibi nya, Ho Siu-suet (Winnie Ho) tinggal
bersama bapak nya yang sudah tua renta dan anak kembar Kitty Fathima(Zaha
Fathima) danJennie Fathima (Khan Nayab)dimana
kedua orang tua nya memiliki masalah keuangan. Berhasil kah sang guru menyelamatkan
sekolah tersebut?
Meskipun ada beberapa kemiripan dengan Laskar Pelangi namun
dimensi berbeda segera akan anda rasakan dalam menonton film ini dan siapkan
tissue karena film ini akan menyentil hati kecil anda yang melankolis itu.